Pada dasarnya artikel kali ini saya akan membahas tentang kebudayaan jawa tengah saat ini yang masih melekat adat istiadatnya. Mari kita simak di bawah ini.

1. Penjelassan Dari Kebudayaan Jawa Tengah

kebudayaan jawa tengah

Jawa Tengah merupakan sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Daerah provinsi tersebut  berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta  di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara.
Luas wilayah nya yaitu 32.548 km², atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah ini juga meliputi Pulau Nusa kambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), dan juga Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.
Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga dapat mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai “jantung” budaya Jawa.
Meskipun di daerah provinsi tersebut ada juga suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain itu ada juga warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh daerah provinsi ini.

2. Awal Mula 

Jawa Tengah ini sebagai provinsi yang dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga pada tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yaitu Semarang,Rembang, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan.

Surakarta juga disebut sebagai daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, yaitu Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Rembang Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.

Setelah diberlakukan oleh Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk oleh gemeente(kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad).

Provinsi tersebut terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yaitu meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah ini juga terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Jepara-Rembang, Semarang, Banyumas, dan Kedu.

Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1946 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan.

Pada tahun 1950 an melalui Undang-undang telah ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.

3. Beberapa Kebudayaan Jawa Tengah Yang Meliputi:

1. Suku di Jawa Tengah:

  • Jawa.
  • Sunda.
  • Tionghoa.
  • Madura.
  • Batak.
  • Arab.
  • Minangkabau.
  • Betawi.
  • Melayu.
  • Bugis.
  • Banjar.

Sebagian besar penduduk Jawa Tengah merupakan suku Jawa. Kebudayaan Jawa Tengah ini terkenal adanya pusat budaya dimana terdapat kota Yogyakarta dan Surakarta dan terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih ada hingga kini.

Untuk itu minoritas sukunya juga cukup signifikan, misalnya saja Tionghoa terutama yang berada di kawasan perkotaan yang pada umumnya begerak dibidang jasa dan perdagangan.

Komunitas Tionghoa tersebut juga telah berbaur dengan suku Jawa, sehingga banyak sekali diantara mereka yang sudah mahir menggunakan bahasa Jawa dengan logat yang sangat kental. Tidak hanya itu saja, Anda juga akan menjumpai juga komunitas Arab Indonesia. Mirip dengan etnis Tionghoa, mereka juga bergerak di bidang jasa.

2. Bahasa:

  • Indonesia.
  • Jawa.

Meskipun bahasa Indonesia ini menjadi bahasa resmi, Tetapi sebagian besar masih menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa keseharian mereka.

Untuk itu kebudayaan Jawa Tengah dalam hal bahasa masih menggunakan bahasa Jawa Dialek Solo Jogja yang dianggap sebagai Bahasa Jawa Standar. Di samping itu juga terdapat sejumlah dialek Bahasa Jawa akan tetapi secara umum terdiri dari dua bagian yakni kulonan dan timuran.

Untuk itu bahasa kulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah tang terdiri dari Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal. Untuk dialek tersebut tentu mempunyai pengucapan yang cukup berbeda dengan bahasa jawa Standar.

Sementara itu bahasa timuran juga dituturkan dibagian timur Jawa Tengah yang terdiri dari atas dialek Solo dan dialek Semarang.

Sehingga diantara perbatasan kedua dialeknya tersebut dituturkan bahasa dengan campuran keduanya. Dan didaerah yang mendapat percampuran kedua bahasa dialek tersebut yakni pada wilayah Pekalongan dan Kedu.

3. Agama:

  • Islam.
  • Kristen (Protestan dan Katolik).
  • Hindu.
  • Buddha.
  • Kong Hu Cu.

Persebaran kebudayaan Jawa Tengah dalam agama mayoritas banyak yang  memeluk agama islam dan mayoritas masih mempertahankan tradisi kejawaan yang dikenal dengan abangan. Selain agama islam, penduduk Jawa Tengah juga ada yang menganut agama Protestan, Katolik, Kong Hu Chu, Budha dan beberapa aliran kepercayaan lain.

Penduduk Jawa tengah juga dikenal dengan sikap yang toleransinya yang tinggi. Hal tersebut juga bisa dilihat pada daerah Muntilan, Kabupaten Magelang yang masih banyak dijumpai penganut agama katolik karena daerah tersebut menjadi pusat pengembangan agama katolik di Jawa.

4. Rumah adat Jawa Tengah:

  • Joglo atau Tikelan.
  • Tajug atau Tarub.
  • Limasan.
  • Kampung.
  • Panggang Pe.

Memiliki nama rumah adat yang biasa disebut juga dengan Joglo, bahkan Joglo tersebut  tidak hanya dipunyai oleh Jawa Tengah saja melainkan juga rumah adat Yogyakarta dan Jawa Timur. Dan juga memiliki tiga bagian utama di dalam rumah adat tersebut yaitu pendopo, pringgitan dan juga omah ndalem.

Pendopo disebut dengan bagian utama yang digunakan untuk menerima tamu. Untuk itu bagian pringgitan digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang, walaupun sekarang ini pertunjukan wayang tersebut tidak selalu di ruang pringgitan. Sedangkan bagian omah ndalem disebut juga dengan ruang keluarga.

5. Pakaian adat Jawa Tengah

  • Jawi Jangkep.
  • Kebaya.
  • Kanigaran.
  • Batik.
  • Pangsi.
  • Surjan dan Beskap.
  • Basahan.

untuk pakaian adat laki-laki disebut dengan beskap. Untuk itu sebagai pelengkap di bagian kepala baisnaya terdapat blangkon atau kuluk. Sementara itu untuk bagian bawahnya menggunakan jarik yang diikat dengan menggunakan stagen. Di bagian belakang juga akan diselipkan senjata tradisional yang bernama keris.

Untuk perempuan menggunakan kebaya. Pada bagian bawah menggunakan jarik yang juga diikat dengan memakai stagen. Pada umumnya, rambut juga akan ditata dengan cara disanggul dan dihiasi dengan aksesoris. Beberapa peninggalan kebudayaan Jawa Tengah yang masih ada sampai kini.

4. Motif Batik Berbagai Daerah Di Jawa Tengah

Batik merupakan kekayaan nusantara. Setiap daerah di Indonesia juga memiliki motif batik tersendiri yang menggambarkan ciri khas asalnya. Berikut motif batik jawa tengah.

1. Tegal

Batik tersebut dari Kabupaten Tegal yang dikenal dengan nama batik tegalan. Motif  dari khas batik tegalan didominasi oleh flora fauna setempat yang dekat dengan pesisir. Ciri lain adalah motifnya cenderung besar dan melebar dengan warna kontras campur lembut. Warna yang dominan adalah cokelat dan biru.

2. Pati

Daerah yang penghasil batik yang terkenal di Kabupaten Pati ialah Desa Bakaran Kecamatan Juwana. Oleh karena itu batik dari Pati tersebut dikenal dengan nama batik bakaran. Warna dasar kain batik bakaran sangat mencolok seperti kuning, hijau, merah, dan biru. Ciri khas batik bakaran ini disebut terdapat ornament remekan atau remahan pada motif yang digambar.

3. Rembang

Batik dari Kabupaten Rembang ini sangat dikenal dengan nama batik Lasem karena banyak sekali diproduksi di Kecamatan Lasem. Ciri khasnya ialah motif pesisiran dengan warna khas merah dan biru. Warna merah batik lasem berbeda dengan daerah lain, yaitu merah menyerupai darah yang disebut abang getih pithik (merah darah ayam).

Tiga motif khas batik lasem yaitu latohan (nama buah dari tanaman yang hidup di tepi laut), sekar jagad (yang artinya kumpulan dari banyak bunga) dan kricak atau pecahan batu yang terinispirasi dari proses pembuatan jalan zaman Daendels.

4. Solo

Kota Solo terkenal dengan batiknya yang sangat khas. Ciri khas batik solo adalah didominasi warna cokelat dan kuning. Motif yang terkenal yaitu sidomukti  dan parang. Sidomukti bermakna harapan agar pemakainya terus menerus hidup dalam kecukupan. Sedang makna dari motif parang adalah nasehat agar tidak mudah menyerah.

5. Kudus

Motif khas batik Kabupaten Kudus ialah menara, tembakau, dan cengkeh. Motif tembakau dan cengkeh berdominan karena kabupaten Kudus sangat terkenal dengan produk rokok kretek yang berbahan baku tembakau dan cengkeh.

Sedang motif menara ini melambangkan bangunan khas Kudus. Warna yang khas dari batik Kudus ialah warna sogan atau kecokelatan dan biru indigo.

Berikut informasi yang akan menginspirasi anda kali ini tentang kebudayaan jawa tengah ini, kita sebagai warga harus tau kebudayaan dijawa tengah seperti keterangan diatas kita dapat melestarikan dan dapat menjalankannya. Semoga bermanfaat dan terimakasih.